KABARKILAT Warga Bongkar Perilaku Diduga Kepala Desa Margasari Yang Dinilai Merendahkan Martabat Perempuan
Subang, Hadejabarnews.com – Jagat media sosial dan masyarakat Kabupaten Subang kembali dihebohkan oleh beredarnya tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menyeret nama oknum Kepala Desa (Kades) Margasari, Kecamatan Dawuan Subang. Senin 24/8/26
Percakapan tersebut memicu kecaman keras dari warga yang menilai tindakan oknum pejabat lingkungan tersebut tidak sopan dan sangat merendahkan martabat perempuan.
Berdasarkan bukti tangkapan layar chat yang beredar, sejumlah warga meluapkan rasa kecewa dan kemarahan mereka terhadap ulah oknum Lurah/Kades tersebut. Salah satu warga menuliskan, “Gak sopan menghina banget ini mh,” yang kemudian ditimpali oleh warga lainnya, “Merendahkan sekali.”
Kemarahan warga dipicu oleh perilaku oknum kades yang dinilai tidak menjaga etika dan norma kesopanan sebagai pemimpin publik. Dalam obrolan tersebut terungkap bahwa oknum kades ini kerap melontarkan kata-kata yang tidak pantas secara terbuka di depan umum.
“Tau klo r** ke desa suka bilang apa sayang, di depan orang2 itu teh,”* keluh salah seorang warga dalam percakapan tersebut.
Tidak hanya di lingkungan kantor desa, perbuatan tersebut bahkan dilaporkan terjadi di depan pejabat instansi luar saat kunjungan kerja resmi. Warga menyebutkan insiden memalukan itu juga terulang saat kehadiran perwakilan dari Inspektur Daerah (Irda) serta pihak Kecamatan.
“Kmrin waktu ada Irda ada orng kcmtn juga ke r** teh bilang ada apa sayang. Bikin malu,”* lanjut warga dalam pesan tertulisnya.
Tindakan oknum kades tersebut dinilai telah melampaui batas kewajaran hingga menimbulkan asumsi negatif di tengah masyarakat. “Iya kadang r** jadi malu, disangka orang mah r*** ada apa2 sama dia,”* tulis korban dalam chat tersebut yang merasa nama baiknya ikut tercemar akibat ulah sang kades.
Kades Membantah, LSM Laskar NKRI Desak Pengusutan Menanggapi isu miring yang berujung pada ancaman pencopotan jabatan ini, Oknum Kades Margasari sempat mengeluarkan pernyataan resmi dan membantah keras tuduhan bahwa dirinya telah mengirimkan konten atau video tidak senonoh.
Namun, langkah klarifikasi tersebut langsung mendapat sorotan tajam dari Lembaga Swadaya Masyarakat. Ketua DPD LSM Laskar NKRI Anton Nugraha” mempertanyakan maksud dan keabsahan klarifikasi sepihak dari sang Kades.
Pihaknya mendesak instansi pembina aparatur desa dan penegak hukum untuk turun tangan memeriksa keaslian bukti digital dan laporan warga guna menjaga moralitas serta marwah kepemimpinan di Kabupaten Subang.
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih terus menghimpun informasi lanjutan dari pihak camat kecamatan dawuan maupun kepolisian setempat terkait proses penanganan pelanggaran etik dan hukum ini. (Red)
Post Views: 37
[kabarkilat.id]

