Editor's PickFeaturedHighlightsLifestylePolitics

KABARKILAT Sempat Sepi Pembeli, PKL Alun-Alun Bandung Mulai Bernapas Lega Usai Area Dibuka – Radar Bandung


RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Dibukanya kembali Alun-Alun Bandung mulai dirasakan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar kawasan. Jumlah pembeli perlahan bertambah seiring kembali ramainya aktivitas masyarakat.

Pedagang, Deri mengatakan kondisi saat Alun-Alun Bandung ditutup cukup membuat jualannya sepi. Pengunjung yang biasanya datang untuk beraktivitas ikut berkurang sehingga berdampak langsung terhadap penjualan.

“Kalau dulu semenjak ditutup sepi banget,” ujar Deri, Rabu (26/8/2026).



Deri mengungkapkan kondisi Alun-Alun Bandung membuat pedagang harus bertahan dengan pembeli yang tidak sebanyak biasanya. Keramaian yang sebelumnya membantu meningkatkan penjualan menjadi berkurang selama Alun-Alun ditutup.

Setelah dibuka kembali, suasana di sekitar kawasan mulai ramai. Masyarakat kembali datang untuk duduk, bermain, hingga sekadar menikmati suasana Alun-Alun.

“Sekarang Alhamdulillah lumayan naik omzetnya,” katanya.



Deri menyebut kenaikan omzet belum terlalu besar, tetapi sudah cukup terasa dibandingkan saat Alun-Alun Bandung masih ditutup. Ramainya pengunjung membuat peluang mendapatkan pembeli kembali terbuka.

Meski kawasan sudah dibuka, PKL tetap tidak diperbolehkan berjualan di dalam area Alun-Alun. Pedagang menjalankan aktivitasnya di sekitar kawasan sesuai aturan yang berlaku.

Deri berharap jumlah pengunjung terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan. Pedagang di sekitar Alun-Alun Bandung juga bisa kembali merasakan penghasilan yang lebih baik.



“Alhamdulillah sekarang sudah lumayan. Mudah-mudahan ke depannya semakin ramai,” ucap Deri.

Bagi para pedagang, ramainya kembali Alun-Alun Bandung menjadi kabar baik setelah beberapa bulan harus menghadapi sepinya pembeli. Mereka berharap aktivitas warga di kawasan Alun-Alun Bandung terus berjalan dan ikut menggerakkan perekonomian pedagang sekitar. (adr/job)

[kabarkilat.id]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *