Editor's PickHighlightsLifestyleSportsTravel

KABARKILAT Kartini Masa Kini, Dua Perempuan Ini Tumbuh Bersama McDonald’s Indonesia – Radar Bandung


RADARBANDUNG.id – Perjalanan perempuan Indonesia dalam membangun karier dan usaha kerap dimulai dari langkah sederhana. Hal itu pula yang dialami Ratna Wirahadikusumah dan Dewie Kulsum, dua perempuan yang tumbuh bersama ekosistem McDonald’s Indonesia hingga mampu memberi dampak bagi banyak orang di sekitarnya.

Dalam momentum Hari Kartini 2026, McDonald’s Indonesia membagikan kisah dua perempuan tersebut sebagai bagian dari komitmen menghadirkan ruang kerja dan kemitraan yang inklusif.

Yulianti Hadena selaku Human Resources & General Services Director PT Rekso Nasional Food mengatakan, McDonald’s Indonesia bangga melihat perempuan Indonesia berkembang menjadi sosok mandiri dan berani berkarya.



“Baik karyawan internal maupun mitra pemasok, mereka membuktikan bahwa ketika ruang yang inklusif benar-benar hadir, potensi perempuan dapat berkembang tanpa batas,” ujar Yulianti.

Berdasarkan studi independen Oxford Economics periode April 2024 hingga Maret 2025, sebanyak 40 persen karyawan McDonald’s Indonesia merupakan perempuan. Sementara itu, 44 persen posisi kepemimpinan di perusahaan juga ditempati perempuan.

Studi tersebut juga mencatat setiap 100 karyawan langsung McDonald’s Indonesia turut mendukung sekitar 300 lapangan pekerjaan tambahan di berbagai sektor. Secara keseluruhan, perusahaan ini berkontribusi terhadap sekitar 48.700 lapangan kerja di sektor pertanian, distribusi, dan jasa.



Di tengah stigma bahwa bidang konstruksi dan pengembangan usaha restoran identik dengan laki-laki, Ratna Wirahadikusumah memilih menembus batas tersebut.

Berbekal latar belakang arsitektur dan pengalaman di bidang konsultan properti serta keuangan, Ratna kini menjabat sebagai Director Store Development Group McDonald’s Indonesia.

Selama lebih dari dua dekade, ia telah memimpin pembukaan lebih dari 250 restoran McDonald’s di berbagai daerah di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah McD Kebo Iwa di Bali, McD Megamas Beachfront di Manado, McD Artha Gading di Jakarta Utara, hingga McD Ampera di Jakarta Selatan yang menjadi restoran pertama dengan sertifikat Bangunan Gedung Hijau Tingkat Madya untuk tahap perencanaan dari Dinas Cipta Karya DKI Jakarta.



Menurut Ratna, keberhasilan membangun restoran bukan hanya soal berdirinya bangunan, melainkan hasil kolaborasi panjang dari banyak pihak.

Ia menjelaskan, proses pengembangan restoran melibatkan riset lokasi, negosiasi, perizinan, budgeting, desain, hingga pengawasan konstruksi yang membutuhkan koordinasi lintas fungsi.

Ratna pun percaya perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin, termasuk di bidang teknis yang selama ini masih didominasi laki-laki.



“Pemimpin harus berani membuat keputusan dan menghadapi risikonya. Saya percaya, baik laki-laki maupun perempuan, kita mempunyai kesempatan yang sama untuk tumbuh dan memimpin,” ujar Ratna.

Kisah inspiratif lainnya datang dari Dewie Kulsum, mitra konveksi McDonald’s Indonesia sejak 1998.

Perjalanannya dimulai sebagai fresh graduate yang bekerja di usaha percetakan kecil di Bandung. Saat itu, McDonald’s Indonesia menjadi salah satu klien pertamanya.



Hampir tiga dekade kemudian, Dewie berhasil membangun bisnis konveksi yang mempekerjakan sekitar 60 karyawan tetap dan lebih dari 100 tenaga kerja tambahan dari komunitas sekitar.

Bagi Dewie, kemitraan dengan McDonald’s Indonesia bukan hanya hubungan bisnis, tetapi juga proses pembelajaran yang membentuk dirinya menjadi pengusaha.

“Sejak awal, saya didampingi hingga berani memulai usaha sendiri. Meski dimulai dari skala rumahan, saya dibimbing untuk memahami standar produksi bertaraf internasional dan membangun manajemen bisnis yang terstruktur,” ujar Dewie.



Ia juga menerapkan nilai inklusivitas dan perhatian terhadap kesejahteraan karyawan dalam menjalankan bisnisnya saat ini.

Menurut Dewie, perempuan tidak perlu takut memulai sesuatu dari nol selama memiliki kemauan dan konsistensi.

“Siapa pun bisa memulai dengan passion dan kemauan. Kuncinya konsisten, pantang menyerah, dan berani bertanggung jawab,” katanya. (pra)

[kabarkilat.id]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *