Formula OneHighlightsHot TopicsLifestyleTennis

KABARKILAT Akibat Salah Arah dari Pihak Sekolah, Siswa Berprestasi Gagal Masuk SMA 3: Orang Tua Kecewa Berat! Sertifikat Diduga Diperjualbelikan


SUBANG, hadejabarnews.com – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi kembali memicu kekecewaan mendalam bagi orang tua murid. Seorang siswa yang memiliki prestasi gemilang tingkat provinsi dipastikan gagal masuk ke SMA Negeri 3 akibat adanya dugaan salah arahan dokumen dari pihak panitia SMP Negeri 3.

Kekecewaan ini memuncak setelah orang tua murid mengetahui bahwa peluang besar anaknya kandas hanya karena persoalan administratif pelaporan sertifikat.

Kronologi Salah Arahan Sertifikat

Menurut keterangan orang tua siswa, anaknya memiliki dua sertifikat kompetisi yang sah, yaitu:

  • Juara 1 Tingkat Provinsi (Bobot poin tertinggi)
  • Juara 2 Tingkat Kabupaten (Bobot poin lebih rendah)

Hadi” mengatakan Saat melakukan proses konsultasi dan verifikasi berkas di sekolah asal, pihak panitia atau operator dari SMP Negeri 3 justru mengarahkan orang tua dan anak untuk mengunggah sertifikat Juara 2 tingkat kabupaten.

Pihak sekolah mengklaim sertifikat tersebut “lebih aman”, padahal secara aturan sistem pembobotan nilai jalur prestasi, sertifikat Juara 1 tingkat provinsi memiliki peluang lolos yang jauh lebih tinggi dan mutlak untuk menembus ketatnya persaingan di SMA Negeri 3.

Akibat mengikuti instruksi keliru dari pihak sekolah SMP, total poin akumulasi prestasi sang anak menjadi sangat rendah.

  • Sistem Otomatis Menolak: Berkas yang diunggah kalah bersaing di sistem rangking nilai prestasi SMA Negeri 3.
  • Peluang Emas Sirna: Anak yang bersangkutan terdepak dari kuota kelulusan, padahal ia berpotensi lolos secara mutlak andai mengunggah sertifikat juara provinsi.

Saya sebagai Orang tua murid merasa sangat dirugikan atas kelalaian kompetensi serta kurangnya pemahaman regulasi PPDB/SPMB oleh oknum operator SMP Negeri 3. Atau diduga sengaja sertifikat itu di perjual belikan karena dinyatakan japres tanpa tes di lapangan Mereka menilai pihak sekolah telah menghancurkan masa depan dan kerja keras belajar sang anak yang sudah berhasil mengharumkan nama daerah di level provinsi.

Hingga berita ini diturunkan, orang tua siswa mendesak dinas terkait dan pihak sekolah untuk memberikan solusi konkret serta mengevaluasi kinerja operator pendaftaran sekolah agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan siswa berprestasi lainnya. (Red)


Post Views: 125


[kabarkilat.id]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *