KABARKILAT Dana Kemanusiaan Kompas Bangun Kembali SD Negeri Teumpeun yang Rusak Akibat Banjir – Sentralberita

sentralBerita | Aceh Timur ~ Upaya pemulihan sektor pendidikan pascabencana banjir besar yang melanda Aceh Timur pada akhir tahun 2025 terus dilakukan. Salah satu wujud nyata dukungan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan kembali SD Negeri Teumpeun di Kecamatan Peureulak Barat oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., bersama Ketua TP-PKK Aceh Timur, Ny. Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky, S.Pd., M.Ag., Rabu (24/6/2026).
Pembangunan sekolah tersebut merupakan program kemanusiaan yang dilaksanakan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (YDKK) melalui dukungan dan donasi para pembaca Harian Kompas. Proyek ini ditargetkan rampung pada awal Desember 2026 dan diharapkan dapat mengembalikan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat setempat yang terdampak bencana.
SD Negeri Teumpeun yang berlokasi di Desa Teumpeun, Kecamatan Peureulak Barat, termasuk salah satu fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut pada November 2025. Bencana tersebut menyebabkan sejumlah ruang belajar rusak, peralatan sekolah tidak dapat digunakan lagi, serta mengganggu aktivitas belajar mengajar para siswa selama berbulan-bulan.
Melihat kondisi tersebut, Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas mengambil langkah untuk membangun kembali sekolah tersebut dengan konsep yang lebih layak dan representatif. Tidak hanya membangun ruang kelas baru, proyek tersebut juga mencakup pembangunan ruang guru, fasilitas sanitasi, serta penataan dan perluasan lingkungan sekolah guna menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi siswa dan tenaga pendidik.
Mewakili Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Adi Prinantyo, menjelaskan bahwa pembangunan SD Negeri Teumpeun menjadi proyek rehabilitasi pertama yang dijalankan YDKK setelah bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah di Pulau Sumatera.
Menurutnya, dari beberapa daerah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Aceh menjadi wilayah pertama yang mendapatkan realisasi pembangunan melalui program tersebut. Setelah Aceh Timur, program serupa direncanakan akan dilaksanakan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, serta Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
“Aceh menjadi lokasi pertama yang kami tangani dalam program pemulihan pascabencana ini. Setelah itu, program serupa juga akan dilaksanakan di daerah lain yang mengalami dampak bencana cukup besar,” ujarnya.
Adi mengatakan Aceh memiliki ikatan sejarah yang panjang dengan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas. Sejak bencana tsunami tahun 2004, berbagai program sosial dan kemanusiaan telah dijalankan di provinsi tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan.
Ia menjelaskan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama YDKK karena sekolah merupakan fondasi penting dalam membentuk masa depan generasi muda. Menurutnya, lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan didukung fasilitas memadai akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan peserta didik.
“Kami memandang pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Dengan sekolah yang lebih baik dan fasilitas yang memadai, anak-anak memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang dan meraih cita-citanya,” kata Adi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembaca Harian Kompas yang telah menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui YDKK. Kepercayaan tersebut, menurutnya, menjadi energi bagi lembaga untuk terus menjalankan berbagai program sosial di berbagai daerah yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, Adi turut mengingat kembali pesan para pendiri Kompas, yakni P.K. Ojong dan Jacob Oetama, yang menanamkan nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi sebagai bagian dari tanggung jawab bersama terhadap masyarakat.
Menurutnya, nilai tersebut terus menjadi pedoman dalam berbagai program kemanusiaan yang dijalankan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas hingga saat ini.
Sementara itu, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas serta seluruh masyarakat Indonesia yang telah memberikan perhatian terhadap pemulihan Aceh Timur pascabencana.
Ia mengatakan banjir besar yang terjadi pada tahun 2025 telah menyebabkan kerusakan pada berbagai sektor, termasuk pendidikan, infrastruktur, permukiman warga, dan fasilitas pelayanan publik lainnya. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas dan para pembaca Harian Kompas yang telah menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat Aceh Timur,” ujar Al-Farlaky.
Bupati menjelaskan bahwa penetapan SD Negeri Teumpeun sebagai lokasi pembangunan dilakukan melalui serangkaian survei dan pembahasan bersama pihak yayasan, konsultan, serta instansi teknis terkait. Berbagai aspek menjadi pertimbangan, mulai dari tingkat kerusakan sekolah hingga kemudahan akses untuk mendukung proses pembangunan.
Menurutnya, pemerintah daerah sebelumnya mengusulkan beberapa lokasi yang terdampak bencana. Namun setelah melalui kajian lapangan, SD Negeri Teumpeun dinilai paling siap dan strategis untuk segera dibangun kembali.
Ia menambahkan bahwa sekolah tersebut nantinya tidak hanya dibangun ulang, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas yang lebih baik dibandingkan sebelumnya, termasuk penyediaan rumah guru sebagai bagian dari upaya mendukung kualitas pendidikan di daerah tersebut.
“Saya berharap seluruh unsur pemerintah, aparatur gampong, dan masyarakat dapat memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan ini. Jika ada kebutuhan yang mendukung kelancaran pembangunan sekolah, mari kita selesaikan bersama demi kepentingan pendidikan anak-anak kita,” tegasnya.
Al-Farlaky menilai pembangunan kembali SD Negeri Teumpeun merupakan investasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Menurutnya, pemulihan pendidikan harus menjadi prioritas karena generasi muda akan menjadi penentu arah pembangunan daerah di masa mendatang.
“Kita ingin menghadirkan sekolah yang aman, nyaman, dan berkualitas. Dari sekolah yang baik akan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu membawa Aceh Timur menjadi daerah yang lebih maju pada masa yang akan datang,” pungkasnya.
Kegiatan peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Aceh Timur, jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, perwakilan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas, para guru, tokoh masyarakat, komite sekolah, serta warga setempat yang menyambut antusias dimulainya pembangunan kembali sekolah yang telah lama mereka nantikan.
[kabarkilat.id]

