KABARKILAT Polemik Lagu Binzein, KDM Berikan Teguran dan Sanksi Merenovasi 10 Rumah – Radar Bandung
RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) memberikan teguran kepada Bupati Purwakarta, Saiful Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. Dedi meminta sang kepala daerah untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pengalaman pribadinya ke ruang publik.
Menurut Dedi, setiap ucapan dan tindakan seorang kepala daerah tidak lagi bisa dipandang sebagai urusan domestik atau pribadi. Segala gerak-gerik pejabat publik dipastikan akan selalu dinilai dan dipertanggungjawabkan di hadapan masyarakat luas.
Baca juga:
Peringati Hari Asyura, Cucun Ahmad Syamsurijal Santuni 1.448 Anak Yatim
Nasihat tersebut disampaikan Dedi saat berdialog langsung dengan Om Zein, menyusul gelombang polemik lagu berjudul Lalaki Langit, Lalanang Bejat yang sempat memicu kritik tajam dari publik. Perbincangan hangat tersebut diunggah langsung melalui kanal YouTube resmi Kang Dedi Mulyadi.
Dalam dialog itu, Dedi awalnya menanyakan apakah lagu kontroversial tersebut merupakan refleksi nyata dari perjalanan hidup masa muda Om Zein. Menjawab hal itu, Om Zein secara terbuka mengakui bahwa lirik lagu tersebut memang menggambarkan masa lalunya sebelum terjun ke birokrasi.
“Jadi cerita tentang diri saya, waktu mudanya nakal sebelum jadi bupati itu nakal,” ujar Om Zein blak-blakan.
Baca juga:
Dari Sampah Menjadi Harapan: Jejak Program TJSL PLN Membangun Nilai Ekonomi melalui Paste Laboratory
Dedi Mulyadi mengajaknya melihat persoalan dari kacamata etika sosial yang lebih luas. Dedi mengingatkan bahwa perilaku kenakalan yang sama akan memiliki konsekuensi sosial yang jauh lebih berat apabila pelakunya adalah seorang perempuan.
Masyarakat dinilai sering kali memberikan stigma negatif yang timpang terhadap perempuan dalam kasus serupa. Oleh karena itu, narasi yang dilemparkan oleh seorang pejabat publik wajib mempertimbangkan dampak sosiologis di tengah masyarakat.
Meski menghargai kejujuran Om Zein dalam mengakui masa lalunya, Dedi Mulyadi tetap menegaskan bahwa tidak semua pengalaman pribadi layak diobral secara terbuka kepada publik, terlebih oleh seorang pejabat negara.
Baca juga:
Sespimti Polri Siapkan Pemimpin Digital dan Humanis
“Bapak hari ini adalah bupati, maka setiap ucapan dan tindakan seorang bupati akan selalu dipertanggungjawabkan kepada publik,” tegas Dedi Mulyadi dengan nada tinggi.
Ia mengingatkan bahwa seorang kepala daerah memikul tanggung jawab moral yang besar untuk merawat kepercayaan konstituen. Setiap pernyataan yang keluar dari lisan pejabat harus mampu menjadi teladan, bukannya memicu polemik yang melukai perasaan kelompok tertentu.
Usai menerima kritik dan masukan dari Gubernur, Om Zein langsung menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat luas atas kegaduhan yang telah ditimbulkan oleh lagu ciptaannya tersebut.
Baca juga:
bank bjb Kukuhkan Posisi sebagai Bank dengan Layanan Terbaik Melalui Penghargaan INFOBANK-MRI 2026
Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, ia memastikan telah menghapus total lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat dari seluruh platform media sosial miliknya agar polemik tidak terus menggelinding liar.
Tak hanya itu, ia menyatakan siap menjalankan instruksi Dedi Mulyadi sebagai bentuk sanksi sosial. Om Zein berkomitmen penuh untuk merenovasi 10 rumah janda muda kurang mampu di Purwakarta dengan merogoh kocek dari dana pribadinya, sekaligus menjamin kelanjutan pendidikan anak-anak mereka.
[kabarkilat.id]

