Editor's PickHighlightsHot TopicsPoliticsSports

KABARKILAT Bandung Siapkan Briket RDF dari Sampah, TPST Tegalega Dibidik Olah 25 Ton per Hari – Radar Bandung


RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menyempurnakan operasional Tempat Terpadu (TPST) Tegalega agar mampu memproduksi briket Refuse Derived Fuel (RDF), produk bernilai ekonomi lebih tinggi. Selain memperluas pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif, fasilitas ditargetkan dapat mengolah hingga 25 ton sampah per hari setelah seluruh sistem beroperasi optimal.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain mengatakan saat ini seluruh peralatan di masih menjalani proses commissioning. Tahap yang dilakukan untuk memastikan seluruh mesin berfungsi maksimal sebelum fasilitas yang merupakan pengadaan Kementerian Pekerjaan Umum itu resmi dihibahkan kepada Pemkot Bandung.

“Peralatan ini merupakan pengadaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan nantinya akan dihibahkan kepada pemerintah daerah. Namun, kami akan menerima alat ini apabila seluruh fungsinya sudah benar-benar optimal. Karena itu, saat ini masih dilakukan proses commissioning untuk memastikan semua sistem bekerja dengan baik,” ujar Iskandar usai meninjau , Rabu (5/8/2026).



Menurutnya, hasil evaluasi sementara menunjukkan masih ada sejumlah perangkat yang perlu disempurnakan, bahkan sebagian kemungkinan harus diganti karena spesifikasi mesin belum sepenuhnya sesuai dengan karakteristik sampah di Kota Bandung. Kondisi membuat kapasitas produksi RDF belum mencapai target yang diharapkan.

Meski demikian, Iskandar menyebut proses penyempurnaan mulai menunjukkan hasil positif. Salah satu perkembangan penting ialah kemampuan fasilitas menghasilkan briket RDF sebagai produk akhir, bukan hanya RDF curah, sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi dan peluang pemanfaatan yang lebih luas.

“Kalau produk akhirnya sudah berbentuk briket, nilai ekonominya tentu lebih menjanjikan. Briket ini bisa diterima oleh beberapa off-taker dan bahkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk jenis kompor tertentu yang digunakan pelaku UMKM,” katanya.



Iskandar menegaskan pengembangan briket RDF merupakan bagian dari strategi Pemkot Bandung dalam mendorong ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah. Meski demikian, kebutuhan RDF curah untuk industri tetap akan dipenuhi sesuai kerja sama yang telah berjalan dengan para pengguna bahan bakar alternatif.

Iskandar menambahkan apabila seluruh peralatan telah berfungsi optimal dan sistem pemilahan sampah dari sumber berjalan dengan baik, diproyeksikan mampu mengolah sekitar 25 ton sampah per hari, bahkan berpotensi melampaui kapasitas tersebut.

“Targetnya sekitar 25 ton per hari. Bahkan kalau seluruh sistem berjalan optimal dan sampah yang masuk sudah terpilah dengan baik, kapasitasnya bisa lebih dari itu,” ujar Iskandar. (dsn)

[kabarkilat.id]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *