KABARKILAT Tak Lagi Punya Tempat, Para Penjahit di Area Stasiun Pindah Ke Kolong Jembatan di Cimahi – Radar Bandung
RADARBANDUNG.id- Sejumlah penjahit dan pedagang di kawasan area Stasiun kini terpaksa menjajakan lapaknya ke area kolong flyover Cimindi, karena kebijakan yang dikeluarkan oleh PT.KAI, di Cimindi, Kota Cimahi.
Dengan adanya kebijakan tersebut, banyak pihak pelaku usaha jalanan yang sebelumnya bertengger di area sekitar stasiun merasa dirugikan karena terpaksa harus memindahkan lapaknya di bawah kolong jembatan.
Situasi tersebut dialami oleh salah satu penjahit, Dadang (62), yang mengaku omzet yang dihasilkan dari tempat sebelumnya berbanding cukup signifikan dengan tempat yang disinggahi saat ini. Ia mengatakan penghasilan pada saat di kawasan stasiun lebih menguntungkan lapaknya.
“Dulu sebelum pindah ke sini, penghasilannya ya lumayan, kalau disini ya pasti beda, jadi turunlah penghasilan sehari-hari,” kata Dadang saat ditemui dilapaknya yang tepat berada di kolong flyover Cimindi, Rabu (2/9/2026).
Dadang menjelaskan omzet yang turun drastis disebabkan oleh pelanggan yang semakin berkurang dan tak seramai pada saat di tempat sebelumnya.
“Kalau disini itu pelangganya sepi, jadi ya ngaruh ke penghasilan. Mungkin karena pada ngira pindah atau ngga terlalu kelihatan kalau dari pinggir jalan, soalnya ketutupan sama kaki jembatan,” ujarnya.
Baca juga:
Yamaha Gear Ultima Ramaikan Karnaval Kemerdekaan di Sukabumi, Hadirkan Motor Irit 20 Jutaan
Hal lain yang dikeluhkan khususnya para penjahit selain dari turunnya omzet dan berkurangnya pelanggan adalah posisi lapak yang jaraknya cukup dekat dengan area bahu jalan raya.
Dadang mengungkapkan beberapa hal yang dinilai cukup membuat dirinya tidak nyaman , mulai dari debu hingga suara bising yang dihasilkan dari aktivitas pengendara yang berlalu lalang di kawasan tersebut.
“Di sini karena dekat sama jalan yang pasti ya debu sama berisik, saya juga pas jualan disini jadi sering batuk, makannya sebenarnya ya ngga terlalu suka di sini, tapi ya mau bagaimana lagi,” ungkapnya.
Baca juga:
Festival AHU Perdalam Edukasi Layanan dari Fidusia hingga Kewarganegaraan
Ketidakpastian tempat untuk menetap menjadi keluhan utama para pelaku usaha jalanan yang terpaksa pindah tersebut. Mayoritas mereka mengharapkan adanya perhatian lebih dari pihak pemerintah untuk dibuatkan atau dicarikan lokasi yang nyaman untuk bisa menetap dan tenang dalam menjalankan aktivitas usahanya. (ASP/job)
[kabarkilat.id]

