kabarkilat

KABARKILAT Warga Kampung Darek Sepakat Usir Pengguna Narkoba


Padangsidimpuan ( Pewarta.co)- Ratusan warga Kampung Darek berkumpul di Masjid Nurul Iman, Gang Dame II, Kampung Darek, Kelurahan Wek VI, Rabu malam (6/5/2026). Ratusan warga memadati tempat ibadah tersebut, untuk menyatukan tekad melawan masuknya peredaran narkoba yang selama inii meresahkan masyarakat di lingkungan mereka.

Hadir dalam pertemuan tersebut berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, ibu-ibu, pemuda, alim ulama, hingga unsur pemerintahan. Turut hadir pula aparat kepolisian, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Pemerintah Kota Padangsidimpuan.

Mereka sangat menyesalkan dimana sampai bulan April tahun 2026 telah ditemukan dua kali Narkoba jenis Ganja yang pemiliknya tidak diketahui dengan jumlah cukup banyak di kawasan Gang Dame II.Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.

Penemuan Pertama disamping rumah warga sebanyak 24 ball ganja tanpa pemilik dan yang kedua kalinya sebanyak 12 Kg ganja ditemukan dari sebuah rumah kontrakan di lokasi yang sama.

Dengan adanya kejadian tersebut membuat warga khawatir dan cemas karena ada orang orang yang sengaja menjadikan komplek tempat tinggal.mereka seperti tempat transit narkoba jenis ganja.

” Dengan adanya temuan barang haram tersebut berartinkampung kita ini belum bebas narkoba walau sudah beberpa kali lokasi ini di razia aparat bahkan menangkap orang orang yang terbukti terlibat narkoba.” ujar salah aeorang warga yang ikut dalam pertemuan itu.

Luapan emosi warga dalam.memprotes masih adanya beredar narkoba disekitar mereka disampaikan dengan memasang spanduk-spanduk peringatan di sepanjang jalan yabg isinya antara lain: “Pengedar Narkoba Adalah Pengkhianat Bangsa, Boikot dan Usir dari Kampung Kita” serta “Kami Masyarakat Kelurahan Wek VI Menolak Keras Peredaran Narkoba di Kampung Kami.”

Zainal Abidin Siregar, seorang Ulama terlihat emosi,rasa kecewa dalam menyampaikan harapannya agar semua warga bersatu padu dalam.memerangi peredaran narkoba di kingkungan mereka.

” Bila ada ketahuan Bandar Narkoba di lingkungan ini tak cukup di usir dari kampung ini bila penting bakar semua hartanya.Anak-anak sudah mulai melawan orang tua, perilaku mereka berubah. Jangan jadikan kampung kami ini pasar narkoba yang sengaja dikondisikan oleh oknum-oknum tertentu,” tegasnya di hadapan ratusan warga.

Ia menambahkan, harapan satu-satunya warga adalah agar aparat benar-benar hadir, bertindak tegas, dan menjamin integritas diri sendiri agar bersih dari keterlibatan apa pun.

” Lingkungan kami yang dulunya dikatakan orang Kampung Narkoba harus di pulihkan namanya dengan membasmi peredaran narkoba dan bila masih ada warga yang terlibat Narkoba ,warga akan bertindak.” ujarnya.

Melalui musyawarah tersebut, lahirlah kesepakatan bulat. Warga memberikan ultimatum kepada bandar dan pengedar untuk segera menghentikan segala aktivitas transaksi narkoba di wilayah tersebut. Jika diabaikan, masyarakat siap melakukan boikot sosial hingga tindakan tegas mengusir pelaku dari lingkungan.

Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polres Padangsidimpuan, AKP Juli Purworno, merespon musyawarah warga tersebut dengan memberikan jaminan kesiapan pihaknya membabtu warga.

“Kami siap bersama masyarakat memberantas narkoba. Jika ada oknum anggota saya yang bermain narkoba di wilayah ini, tangkap dan serahkan ke Polres Padangsidimpuan,” ujarnya dengan tegas.(Rts)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *