FootballPoliticsTennisTravelVideo

KABARKILAT CV Kurnia Raya Pratama Jadi Sorotan, Anggaran Senilai Ratusan Juta Jadi Perbincangan Warga Dan Diduga Asal Asalan


​SUBANG, hadejabarnews.com – Pelaksanaan proyek Peningkatan Jalan Cikaum Timur – Cikaum Barat di Kabupaten Subang kini tengah menjadi perhatian masyarakat. Selasa 27/7/26

Proyek infrastruktur dengan alokasi anggaran sebesar Rp 141.522.000,00 yang dilaksanakan oleh kontraktor CV. Kurnia Raya Pratama ini disorot terkait metode penerapan teknis di lapangan.

​Berdasarkan pemantauan di lokasi pengerjaan pada Senin, 27 Juli 2026, terdapat kejanggalan pada struktur pembesian beton (rigid pavement).

Terlihat adanya celah atau jarak kosong sekitar 1 meter antarpasangan besi penyangga (wiremesh), di mana tidak tampak adanya sambungan saling mengikat (overlap) di area transisi tersebut.

​Secara umum dalam standar konstruksi jalan beton, besi berfungsi vital untuk menahan gaya tarik serta mengantisipasi terjadinya retak rambut akibat fluktuasi cuaca maupun beban kendaraan.

Lembaran besi idealnya dipasang saling tumpang tindih (overlap)—berkisar antara 15 cm hingga 30 cm mengacu pada spesifikasi teknis—lalu diperkuat kawat bendrat agar membentuk struktur yang monolit (satu kesatuan).

​Kondisi pemasangan besi yang renggang tersebut memicu kekhawatiran dari warga setempat yang sehari-hari melintasi jalur tersebut. Salah seorang masyarakat sekitar yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, menyayangkan jika aspek pembesian tersebut tidak dimaksimalkan.

​”Kami sebagai warga tentu berharap hasil yang terbaik karena jalan ini akses utama masyarakat. Kalau ada jarak sampai 1 meter tanpa besi sambungan, kami khawatir kekuatan betonnya berkurang di kemudian hari saat dilewati kendaraan bermuatan berat,” tuturnya kepada awak media, Senin (27/7).

​Secara teknis, ruang kosong tanpa pembesian struktural yang menyatu berpotensi menjadi titik paling rawan. Beban kendaraan berat yang melintas tidak dapat didistribusikan secara merata, sehingga meningkatkan risiko keretakan fatal, patah struktural, atau amblas pada lapisan beton di titik kosong tersebut.

​Demi keberimbangan informasi dan kepastian mutu proyek bagi publik, media ini tengah berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada pihak pelaksana proyek dari CV. Kurnia Raya Pratama maupun dinas terkait perihal kesesuaian teknis pembesian tersebut di lapangan. (Red)

Post Views: 51


[kabarkilat.id]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *