FashionFootballHighlightsPoliticsTravel

KABARKILAT Lions Club Indonesia Tegaskan Misi Sosial Tanpa Sekat Agama dan Politik – Radar Bandung


RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Bandung menjadi tuan rumah Konvensi Lions ke-50 yang berlangsung meriah dengan dihadiri lebih dari 1.250 peserta dari hampir 300 klub Lions se-. Agenda nasional organisasi sosial bukan hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga ajang memperkuat pelayanan kemanusiaan lintas daerah sekaligus mendorong dampak ekonomi bagi Kota Bandung.

Council Chairman (CC) atau Ketua Dewan Gubernur Multidistrik 307 , Yahya Yastputera menjelaskan konvensi tahunan Lions Club merupakan forum tertinggi organisasi untuk menentukan arah kepemimpinan selama satu tahun ke depan. Dalam sistem organisasi Lions, masa jabatan seluruh pimpinan hanya berlangsung selama satu tahun.

Yahya menjelaskan proses pemilihan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat Presiden Klub, Ketua Daerah, Ketua Wilayah, Wakil Gubernur Distrik, hingga akhirnya menjadi District Governor (DG) atau Gubernur Distrik. Setelah itu, pemimpin di tingkat multidistrik akan memilih Council Chairman atau Ketua Dewan Gubernur.



Yahya mengatakan konvensi tahun 2026 diikuti peserta dari berbagai daerah mulai Aceh hingga Papua. Saat ini memiliki sekitar 560 klub dengan jumlah anggota mencapai 15 ribu orang yang aktif menjalankan berbagai program pelayanan sosial di masyarakat.

Yahya juga memaparkan delapan fokus pelayanan global Lions Club yang menjadi prioritas organisasi, penanganan diabetes, kesehatan mata atau vision, ketahanan pangan, kanker anak, lingkungan hidup, bantuan bencana alam, pengembangan kepemudaan, serta pelayanan kemanusiaan lainnya.

Yahya berharap seluruh peserta yang hadir di Bandung dapat membawa pulang pengalaman baru sekaligus memperkuat kontribusi sosial di komunitas masing-masing setelah kembali ke daerah asal mereka.



Sementara itu, District Governor (DG) atau Gubernur Distrik, Lianawati Tjokrohartono menegaskan Lions Club merupakan organisasi sosial yang menjunjung tinggi nilai inklusivitas. Organisasi tidak membedakan agama, ras, maupun afiliasi politik dalam menjalankan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Lianawati menyebut konvensi juga menjadi momentum penting untuk serah terima jabatan kepengurusan lama kepada kepengurusan baru melalui mekanisme pemilihan yang berlangsung setiap tahun di tingkat distrik maupun multidistrik.

Lianawati juga menyoroti kesetaraan peran perempuan dan laki-laki di tubuh Lions Club. Menurutnya, perempuan memiliki peluang yang sama untuk menduduki posisi strategis, termasuk menjadi Gubernur Distrik dan pemimpin organisasi lainnya.



“Di Lions Club semua punya kesempatan yang sama untuk memimpin dan melayani masyarakat,” ujar Lianawati, Sabtu (9/5/2026).

Past District Governor (PDG) atau mantan Gubernur Distrik, Toni Suparman yang juga menjabat Ketua Konvensi Pelaksana menyampaikan konvensi tahun ini berhasil menetapkan pemimpin baru untuk Distrik 307 A1, A2, B1, B2, dan C, sekaligus memilih Ketua Dewan Gubernur baru.

Toni mengatakan pelaksanaan konvensi di Bandung menjadi salah satu yang paling megah dan meriah sepanjang sejarah Lions Indonesia karena jumlah peserta yang hadir merupakan yang terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.



Selain agenda organisasi, Toni menilai kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi Kota Bandung, terutama perhotelan, kuliner, transportasi, dan pariwisata.

“Lions Club bukan bagian dari pemerintah, melainkan organisasi sosial mandiri yang selama ini terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam berbagai program kemanusiaan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelas Toni.

Dalam kesempatan itu, Toni juga mengumumkan Kota Pekanbaru akan menjadi tuan rumah Konvensi Lions Indonesia ke-51 pada tahun mendatang.



Di sisi lain, Past Council Chairman (PCC) atau mantan Ketua Dewan Gubernur, Felix Hady Marthadiantara yang menjabat sebagai Ketua Komite Konvensi Multidistrik, mengatakan konvensi emas ke-50 ini dibuat berbeda dengan menghadirkan tema budaya yang berganti setiap hari.

Felix mengungkapkan hari pertama mengusung konsep Nusantara, hari kedua bertema Oriental, sementara hari terakhir menghadirkan nuansa Eropa dan klasik.

“Konsep yang sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi seluruh peserta yang datang dari berbagai wilayah Indonesia,” ucap Felix.



Felix mengatakan konvensi tahunan tidak hanya menjadi ajang pertanggungjawaban kepemimpinan organisasi dari Juli hingga Juni, tetapi juga menjadi sarana memperkuat solidaritas antaranggota Lions Club di seluruh Indonesia.

Felix berharap jumlah relawan Lions Club di Indonesia terus bertambah. Jumlah anggota yang saat ini mencapai sekitar 15 ribu orang masih tergolong kecil dibandingkan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 200 juta jiwa.

“Harapannya semakin banyak masyarakat yang ikut terlibat dalam kegiatan sosial dan pelayanan kemanusiaan,” ujar Felix.(dsn)

[kabarkilat.id]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *