FashionFoodFootballHot TopicsTravel

KABARKILAT Warganet Bandingkan Piala Soeratin Dan Antar RT Di Kab Sumedang


Sumedang, Hadejabarnews.com Gelaran final Piala Soeratin U-15 Askab PSSI Kabupaten Sumedang tahun 2026 di Stadion Ahmad Yani yang baru saja usai kini menjadi sorotan tajam. Jum,at 31/7/26

Euforia diwarnai aksi protes keras dari orang tua pemain akibat tidak adanya penyerahan trofi, medali, maupun uang pembinaan secara langsung oleh panitia di lapangan. Kekecewaan ini berbuntut panjang di media sosial, memicu gelombang komentar pedas dari warganet yang menyayangkan buruknya tata kelola kompetisi sepak bola usia dini tersebut.

Netizen Bandingkan dengan Antar-RT hingga Sentil Bupati

Berdasarkan pantauan di kolom komentar media sosial, warganet meluapkan kekesalan dengan membandingkan turnamen resmi ini dengan kompetisi kelas kampung. Akun arwana menuliskan komentar menohok, “Mending antar RT barudak hadiah na meunang sarimii 😆… Jaba daftar na murah meriah.. 🤩🤩🤩” (Lebih baik kompetisi antar-RT, anak-anak bisa dapat hadiah Sarimi, padahal pendaftarannya murah meriah). Komentar ini menyindir uang pendaftaran yang sudah dibayarkan oleh tiap klub peserta namun tidak sebanding dengan apresiasi fisik yang diterima para atlet muda di akhir laga.

Kritik yang lebih keras datang dari akun abahogin4 yang menilai kejadian ini telah mencoreng nama baik daerah. “Viral Bener ieu mah Malu Kabupaten Sumedang sampai Kacau kieu kumaha pelaksana ya,” tulisnya. Tidak sampai di situ, netizen bahkan mengaitkan kekacauan ini dengan isu lingkungan dan kinerja jajaran pimpinan daerah. Akun bernama *. * berkomentar, “Sumedang moal baleg te galian kesik. Ayena ges Aya deui kasuss. bupati jeng wakil na cicing wae 😭” (Sumedang tidak akan benar akibat masalah galian pasir. Sekarang sudah ada kasus baru lagi. Bupati dan wakilnya hanya diam saja). Warganet mendesak agar pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap carut-marut pengelolaan olahraga di Sumedang.

PSSI Sumedang Sebut Miskomunikasi dan Terapkan E-Sertifikat

Menanggapi kegaduhan yang telanjur viral, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Askab PSSI Kabupaten Sumedang, Taufik Risnandar, langsung memberikan klarifikasi dan mengakui adanya miskomunikasi di lapangan. Pihak PSSI berdalih bahwa penghargaan kali ini menerapkan sistem digital. Piagam penghargaan untuk para juara sengaja tidak dicetak fisik karena dialihkan ke bentuk e-sertifikat (sertifikat elektronik) yang nantinya akan dikirim langsung ke basis data masing-masing SSB untuk dicetak mandiri.

Sebagai bentuk kompensasi atas polemik trofi ini, Askab PSSI Sumedang berjanji akan menanggung penuh seluruh biaya operasional tim juara untuk melaju ke kompetisi Piala Soeratin tingkat Provinsi Jawa Barat. Meski demikian, publik dan para orang tua pemain tetap berharap agar panitia di masa mendatang melakukan evaluasi total agar momentum prestasi anak-anak tidak lagi dirusak oleh masalah teknis piala dan medali. (Red)

Post Views: 40


[kabarkilat.id]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *