KABARKILAT Air Mata Istri Muhamad Harun Tumpah Usai Praperadilan Ditolak: “Saya Hanya Berharap Keadilan”
SUBANG, hadejabarnews.com — Suasana haru tak terbendung menyelimuti selasar ruang sidang setelah majelis hakim membacakan putusan terkait permohonan praperadilan yang diajukan oleh pihak Muhamad Harun. Tangis sang istri pecah seketika saat mengetahui bahwa upaya hukum tersebut dinyatakan ditolak. Senin 30/6/26
Bagi sang istri, putusan ini menjadi pukulan berat dalam perjuangannya mencari keadilan untuk sang suami.
Ratapan Sang Istri di Balik Jeruji Perjuangan
Didampingi oleh tim penasihat hukumnya, istri Muhamad Harun tidak mampu menyembunyikan rasa kecewa dan sedihnya. Sambil terisak, ia mengungkapkan rasa beratnya menghadapi kenyataan ini, namun menegaskan bahwa dirinya tidak akan berhenti berharap agar kebenaran dan keadilan yang hakiki tetap berpihak pada suaminya.
”Saya hanya seorang istri yang berharap keadilan untuk suami saya. Kami terpukul, tapi kami tidak akan menyerah untuk mencari keadilan yang seadil-adilnya,” ujarnya dengan suara bergetar di hadapan awak media.
Di sisi lain, tim kuasa hukum Muhamad Harun menyatakan bahwa meskipun kecewa dengan hasil putusan praperadilan ini, mereka tetap menghormati jalannya proses hukum yang berlaku. Putusan praperadilan ini sejatinya baru menguji ranah formil proses penetapan tersangka, belum menyentuh pokok perkara.
Oleh karena itu, tim hukum menegaskan bahwa fokus perjuangan kini akan beralih sepenuhnya untuk mempersiapkan pembuktian yang solid di sidang pokok perkara (pengadilan pidana).
Catatan Hukum dan Langkah Selanjutnya
Dalam menghadapi babak baru di persidangan utama nanti, pihak keluarga dan tim hukum berkomitmen untuk membeberkan seluruh fakta secara terang benderang.
Status Hukum: Putusan praperadilan bersifat formalitas administratif terkait prosedur, bukan penentu bersalah atau tidaknya seseorang dalam pokok perkara.
Fokus Kedepan: Mengawal jalannya sidang pokok perkara agar berjalan secara objektif, transparan, dan imparsial.
Harapan Keluarga: Publik dapat melihat kasus ini secara jernih berdasarkan fakta-fakta hukum yang objektif.
Meski langkah awal ini dirasa pahit, air mata yang tumpah hari ini menjadi simbol keteguhan hati seorang istri yang akan terus berdiri tegak mendampingi sang suami demi menjemput keadilan di meja hijau. (Din/red)
Post Views: 35
[kabarkilat.id]

