FeaturedHighlightsHot TopicsTennisTravel

KABARKILAT DEPAG Subang Mencekam! Awal Mosi Ketidakpercayaan Berujung Diduga Pengeroyokan Fisik Hingga Korban Mengaku Ditodong Sajam


SUBANG, hadejabarnews.com – Suasana di Kantor Departemen Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Subang mendadak mencekam pada Selasa (26/5/2026) siang.

Agenda klarifikasi yang semula dijadwalkan berjalan formal terkait sebuah unggahan di media sosial, justru berujung pada insiden kericuhan fisik dan dugaan tindakan kekerasan di area dalam kantor instansi vertikal tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa bermula saat seorang warga—yang bertindak sebagai Pihak Pertama—memenuhi undangan resmi dari Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAI) Kemenag Kabupaten Subang.

Undangan yang dilayangkan via pesan singkat WhatsApp tersebut bertujuan untuk meminta klarifikasi atas pamflet bermuatan “Mosi Tidak Percaya” terhadap kinerja Kemenag Subang yang diunggah oleh Pihak Pertama di jejaring sosial pada Kamis (21/5/2026) lalu. Pertemuan klarifikasi di ruangan Kasi PAI awalnya berjalan sesuai prosedur. Guna mendalami persoalan, Kasi PAI kemudian berinisiatif memanggil Pengawas PAI Kecamatan Cipeundeuy untuk hadir ke kantor kabupaten.

Pihak Pertama pun diminta kooperatif menunggu kedatangan pengawas tersebut di area yang telah disediakan. Namun, situasi berubah drastis saat Pihak Pertama meminta izin untuk menuju toilet. Di tengah koridor arah toilet, korban tiba-tiba diadang oleh dua orang pria yang tidak dikenal. Tanpa dialog panjang, kedua oknum tersebut langsung melayangkan intimidasi verbal dan menuduh Pihak Pertama telah bertindak tidak sopan serta tidak menghargai pejabat Kasi PAI. Ketegangan verbal itu dengan cepat berujung pada tindakan anarkis.

Korban diduga dikeroyok dan mengalami pemukulan secara membabi buta oleh para pelaku. Suasana semakin menegangkan ketika salah satu pelaku disinyalir mengeluarkan senjata tajam jenis pisau, sembari melayangkan ancaman verbal dengan nada tinggi, “Kamu mau kemana?!”. Akibat insiden pemukulan dan pengadangan bersenjata di lingkungan kantor pemerintahan ini, korban mengalami syok berat serta sejumlah luka fisik.

Pihak korban dikabarkan langsung mengambil langkah hukum dengan melakukan Visum et Repertum di fasilitas kesehatan terdekat sebagai alat bukti utama, serta melaporkan peristiwa dugaan pengeroyokan dan pengancaman ini ke Polres Subang untuk diproses secara hukum.

Hingga Berita Ini Ditayangkan Pihak Depag kabupaten subang belum bisa dikonfirmasi media Hade Jabar (din/Red)

Post Views: 104


[kabarkilat.id]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *