KABARKILAT PT Malahayati Nusantara Raya Gelar Edukasi Bahaya Pinjol, Operasional Perusahaan Tetap Berjalan Seperti Biasa – Radar Bandung
Kegiatan yang berlangsung di Jakarta Selatan pada Jumat (3/7/2026) tersebut diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Bang Ujay menegaskan bahwa PT Malahayati Nusantara Raya tetap berkomitmen menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang selama ini menjadi fokus perusahaan.
Sementara itu, Kuasa Hukum PT Malahayati Nusantara Raya, Albert, turut menjelaskan perkembangan proses administratif perusahaan menyusul audiensi yang berlangsung pada Juni lalu dengan Satgas PASTI.
Ia menyampaikan bahwa perusahaan telah mengambil langkah proaktif dengan melakukan audiensi dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Sejak audiensi Juni lalu, kami terus berkoordinasi dan memproses seluruh kelengkapan administrasi yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku. Sembari proses itu berjalan, operasional perusahaan — khususnya program edukasi dan pendampingan masyarakat — tetap berjalan seperti biasa, karena memang inilah kegiatan utama kami sejak awal,” kata Albert.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Departemen Humas PT Malahayati Nusantara Raya, Syahroji (Oji), juga meluruskan berbagai informasi yang beredar mengenai model bisnis perusahaan.
Menurutnya, PT Malahayati Nusantara Raya merupakan lembaga jasa konsultasi dan bukan lembaga jasa keuangan.
“PT Malahayati Nusantara Raya atau Malahayati Konsultan adalah lembaga jasa konsultasi, bukan lembaga jasa keuangan. Kami tidak melakukan penghimpunan dana masyarakat. Kami memberikan layanan konsultasi dan pendampingan kepada masyarakat yang menghadapi persoalan, khususnya terkait pinjaman online,” jelas Oji.
“Program edukasi ini bukan hal baru, ini yang sudah kami jalankan dari awal dan tidak ada masalah dengan itu. Yang sedang kami proses adalah kelengkapan perizinan terkait layanan tertentu, dan itu berjalan paralel — tidak menghentikan operasional kami secara keseluruhan,” ujar Oji.
Ia juga menjelaskan bahwa program pembinaan UMKM yang sempat menjadi perhatian publik merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat,
khususnya bagi pelaku usaha yang usahanya terdampak akibat permasalahan pinjaman online.
Melalui program tersebut, peserta mendapatkan pembinaan usaha agar mampu memulihkan kondisi ekonomi dan kembali mengembangkan usahanya secara mandiri.
Selain itu, PT Malahayati Nusantara Raya juga terus menjalankan berbagai program sosial, mulai dari rehabilitasi rumah korban kebakaran, pelatihan kerja, diskusi publik, hingga berbagai kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). Ke depan, perusahaan berencana memperluas kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah, aparat penegak hukum, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Menutup wawancara, Bang Ujay menegaskan bahwa perusahaan akan terus membuka ruang komunikasi dengan regulator dan seluruh pihak terkait, sembari tetap menjalankan program-program konsultasi dan pemberdayaan masyarakat sesuai bidang usaha yang dimiliki.
“Kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya literasi keuangan. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan. Karena itu edukasi akan terus menjadi prioritas kami,” pungkasnya. (**)
[kabarkilat.id]

